Menyajikan artikel seputar Digital Marketing yang diambil dan dirangkum sebagai sarana diskusi dan pembelajaran secara gratis juga menyenangkan.
Kamis, 29 Juni 2023
Sosial Media Research dan Analytic
Social Media Campaign
- Meningkatkan brand awareness: Dengan membuat campaign di sosial media, brand dapat meningkatkan kesadaran akan keberadaan brand di kalangan audiens. Campaign yang unik dan menarik dapat membuat audiens lebih tertarik untuk mengenal brand lebih jauh.
- Meningkatkan engagement: Campaign di sosial media dapat membantu brand untuk berinteraksi dengan audiens dan membangun engagement yang lebih baik. Hal ini dapat meningkatkan loyalitas dan kepercayaan audiens terhadap brand.
- Memperluas jangkauan: Sosial media memiliki potensi untuk menjangkau audiens yang lebih luas dibandingkan dengan media tradisional. Dengan membuat campaign di sosial media, brand dapat memperluas jangkauannya dan menjangkau audiens yang lebih banyak.
- Meningkatkan konversi: Campaign di sosial media dapat membantu brand untuk meningkatkan konversi dengan cara yang lebih efektif. Melalui campaign yang menarik dan relevan, brand dapat membujuk audiens untuk melakukan tindakan yang diinginkan, seperti membeli produk atau layanan yang ditawarkan.
Contoh dari brand yang berhasil membangun interaksi dengan audiens dan mempromosikan value dari brand melalui campaign di sosial media antara lain:
- Campaign social media dari Apple #ShotOniPhone, yang mengajak pengguna iPhone untuk membagikan foto yang diambil menggunakan kamera iPhone. Dalam campaign ini, Apple mempromosikan kualitas kamera iPhone dan juga membangun interaksi dengan pengguna iPhone dengan menyertakan fitur repost foto terbaik dari pengguna di akun resmi Apple di Instagram dan Twitter.
- Sementara itu, Amazon memiliki beberapa campaign social media yang sukses, salah satunya adalah #DeliveringSmiles, yang mengajak pengguna untuk membagikan foto saat mereka menerima paket dari Amazon dan merasakan kebahagiaan dari pengiriman barang tersebut. Campaign ini sukses membangun interaksi dengan pengguna dan juga mempromosikan kualitas pelayanan dan pengiriman dari Amazon.
Kedua brand tersebut menunjukkan betapa pentingnya campaign social media dalam membangun interaksi dengan audiens dan mempromosikan value dari brand mereka. Dengan campaign yang kreatif dan mengikuti tren, brand-brand ini dapat menciptakan hubungan yang lebih dekat dengan pengguna mereka dan memperluas jangkauan bisnis mereka melalui platform sosial media.
Ragam Taktik Merilis Campaign Social Media
Diperlukan taktik yang jitu untuk menarik minat audiens dan membangun buzz atau keramaian di sosial media. Contoh taktik yang umum digunakan dalam meluncurkan campaign di sosial media adalah dengan membuat teaser, reveal hingga action.
A. Teaser Phase
Tahap teaser phase adalah tahap di mana brand membangun ekspektasi pada audiens mengenai campaign yang akan diluncurkan. Brand bisa memberikan petunjuk-petunjuk kecil mengenai campaign tersebut, tanpa mengungkapkan secara detail apa yang akan terjadi. Hal ini bertujuan untuk membuat audiens penasaran dan tertarik untuk mengetahui lebih banyak.
Contoh nyata: Pada tahun 2020, brand sportswear Nike meluncurkan campaign “You Can’t Stop Us” dengan teaser phase yang menampilkan potongan-potongan video dari atlet-atlet terkenal yang sedang berlatih. Nike menambahkan tagline “You Can’t Stop Us” di akhir video dan mengarahkan audiens ke halaman landing page yang menyatakan “Coming Soon”.
B. Reveal Phase
Setelah audiens penasaran dengan campaign yang akan diluncurkan, tahap selanjutnya adalah melakukan reveal mengenai campaign tersebut. Brand bisa melakukan reveal melalui berbagai cara, seperti mengunggah video pendek, melakukan live streaming, atau membagikan poster promosi.
Contoh nyata: Setelah tahap teaser phase pada campaign “You Can’t Stop Us”, Nike melakukan reveal dengan mengunggah video 1 menit yang menampilkan atlet-atlet terkenal yang sedang berlatih. Video tersebut berfokus pada pesan yang ingin disampaikan oleh Nike mengenai tekad dan semangat dalam meraih keberhasilan.
C. Main Content
Tahap content adalah tahap di mana brand membagikan informasi dan konten yang berkaitan dengan campaign. Brand bisa membuat berbagai jenis konten, seperti video, gambar, artikel blog, atau podcast. Hal ini bertujuan untuk memperkuat pesan yang ingin disampaikan dan menarik minat audiens.
Contoh nyata: Setelah melakukan reveal, Nike membuat berbagai jenis konten yang berkaitan dengan campaign “You Can’t Stop Us”, seperti video di balik layar proses pembuatan campaign, konten-konten inspiratif mengenai atlet-atlet terkenal yang berjuang untuk meraih keberhasilan, serta merchandise yang dijual untuk mendukung campaign tersebut.
D. Call to Action
Tahap action adalah tahap di mana audiens diajak untuk melakukan sesuatu, seperti membeli produk, mengikuti akun sosial media, atau berpartisipasi dalam kompetisi. Hal ini bertujuan untuk mengubah buzz dan excitement menjadi tindakan nyata dari audiens.
Contoh nyata: Nike melakukan tahap action dengan mengarahkan audiens untuk membeli merchandise “You Can’t Stop Us”, atau berpartisipasi dalam tantangan di media sosial dengan menggunakan tagar #YouCantStopUs. Brand juga melakukan kampanye donasi untuk membantu atlet-atlet yang terkena dampak pandemi COVID-19 melalui organisasi nirlaba.
Merancang Campaign Planning di Social Media dari Awal
Membuat campaign planning amat penting karena kampanye yang tidak direncanakan dengan baik dapat mengakibatkan pesan marketing yang tidak solid, hasil yang tidak optimal hingga boros sumber daya waktu dan dana. Dengan melakukan campaign planning yang rapi, brand dapat mendorong kampanye yang diluncurkan sesuai dengan tujuan brand dan mampu mencapai target audience dengan optimal. Berikut adalah cara membuat campaign planning di sosial media yang bisa kamu terapkan:
A. Menentukan Key Theme
Pilih tema yang relevan dengan produk atau layanan yang ingin dipromosikan. Misalnya, perusahaan kosmetik dapat memilih tema “kecantikan alami” sebagai key theme kampanye mereka.
B. Menentukan Objective
Tentukan tujuan yang ingin dicapai dari kampanye di sosial media. Misalnya, meningkatkan brand awareness, meningkatkan penjualan, atau memperkenalkan produk baru.
C. Menentukan Key Highlight
Pilih poin-poin penting yang ingin disampaikan dalam kampanye di sosial media. Misalnya, produk kosmetik yang mengandung bahan alami, tidak mengandung bahan kimia berbahaya, atau ramah lingkungan.
D. Menentukan Key Message
Pilih pesan inti yang ingin disampaikan dalam kampanye. Pesan ini harus sesuai dengan key theme dan key highlight yang telah dipilih. Misalnya, pesan inti “kecantikan alami adalah kunci kecantikan sejati” dapat menjadi key message dalam kampanye tersebut.
E. Menentukan Channel
Pilih platform sosial media yang paling sesuai dengan target audience. Misalnya, jika target audience adalah wanita usia 18–35 tahun, Instagram dan Facebook bisa menjadi pilihan yang tepat.
Contoh kampanye di sosial media adalah kampanye “Share A Coke” dari Coca-Cola. Key theme kampanye ini adalah “personalisasi” di mana nama pengguna akan dicetak pada botol Coke. Objective kampanye ini adalah meningkatkan penjualan dan brand awareness. Key highlight dari kampanye ini adalah botol Coke yang dipersonalisasi dengan nama pengguna. Key message kampanye ini adalah “Share a Coke with…” yang mengajak orang untuk berbagi momen bersama orang terdekat. Channel yang digunakan adalah Instagram dan Twitter, di mana pengguna dapat membagikan foto botol Coke mereka dengan hashtag #shareacoke. Kampanye ini sukses dengan penjualan yang meningkat dan brand awareness yang lebih tinggi.
Sabtu, 24 Juni 2023
Sosial Media Tools
Mengenal Social Media Listening
Social media listening adalah proses memonitor aktivitas di media sosial untuk memahami pandangan, pendapat, dan sentimen audiens tentang sebuah brand, produk, atau topik tertentu. Hal ini dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisis data yang dihasilkan oleh pengguna di berbagai platform media sosial, termasuk Facebook, Twitter, Instagram, LinkedIn, dan lainnya.
Manfaat dari social media listening dapat dibagi menjadi tiga yaitu:
- Campaign analysis: Melalui social media listening, marketer dapat memantau kinerja kampanye sosial media mereka. Mereka dapat melihat berapa banyak engagement, jumlah mention, sentimen dan opini audiens terhadap kampanye mereka, sehingga mereka dapat mengukur keberhasilan kampanye mereka dan membuat perubahan jika perlu.
- Competitor analysis: Social media listening juga membantu marketer untuk memantau dan menganalisis aktivitas pesaing di media sosial. Mereka dapat mempelajari strategi pesaing dan mencari tahu apa yang mereka lakukan dengan baik dan tidak baik, sehingga mereka dapat mengambil keputusan yang tepat untuk merek mereka sendiri.
- Industry trends: Social media listening juga membantu marketer untuk memantau tren dan perkembangan di industri mereka. Mereka dapat memantau topik-topik terkait dan mengambil tindakan yang tepat untuk tetap relevan dan bersaing.
Strategi untuk Social Media Listening
Berikut adalah beberapa strategi efektif untuk melakukan social media listening beserta contohnya:
A. Tentukan Tujuan
Sebelum memulai social media listening, tentukan terlebih dahulu tujuan apa yang ingin dicapai. Apakah ingin mengetahui bagaimana audiens merespons brand atau ingin mengawasi kegiatan pesaing di media sosial. Setelah tujuan ditetapkan, fokus pada metrik yang sesuai dengan tujuan tersebut.
B. Gunakan Tools Listening
Ada banyak tools yang dapat digunakan untuk social media listening seperti Hootsuite Insights, Google Alerts, Brandwatch, dan lainnya. Gunakan tools tersebut untuk memantau setiap percakapan tentang brand atau pesaing di media sosial.
C. Pantau Hashtag
Hashtag adalah cara yang efektif untuk memantau apa yang dibicarakan tentang brand atau topik tertentu. Pantau hashtag yang terkait dengan brand atau topik yang ingin dipantau, dan pelajari apa yang diungkapkan audiens.
D. Analisis Sentimen
Analisis sentimen membantu menentukan apakah percakapan tentang brand atau topik tertentu positif, negatif, atau netral. Gunakan tools yang dapat menganalisis sentimen dan gunakan informasi tersebut untuk mengubah strategi atau taktik dalam kampanye sosial media.
Berikut adalah 5 tools untuk melakukan social media listening dan sentiment analysis:
- Hootsuite Insights: Hootsuite Insights adalah sebuah platform analisis media sosial yang memungkinkan pengguna untuk melacak dan memantau percakapan di media sosial untuk memahami sentimen audiens, memantau merek, serta menganalisis pesaing.
- Brandwatch: Brandwatch adalah platform social listening yang menyediakan fitur-fitur analisis sosial media, memantau media online, serta melakukan analisis sentimen untuk membantu pengguna memahami audiens, menganalisis pesaing, serta mengukur kinerja kampanye.
- Mention: Mention adalah sebuah platform monitoring media sosial yang memungkinkan pengguna untuk memantau brand mereka, pesaing, serta memantau tren dan topik terkait industri. Platform ini juga menyediakan fitur analisis sentimen, dan menampilkan data dalam bentuk grafik yang mudah dipahami.
- Sprout Social: Sprout Social adalah platform manajemen media sosial yang juga menyediakan fitur social listening dan analisis sentimen. Platform ini dapat membantu pengguna memantau merek mereka, memahami audiens, serta mengukur efektivitas kampanye mereka.
- Talkwalker: Talkwalker adalah platform social listening yang menyediakan fitur-fitur analisis media sosial, termasuk memantau merek, pesaing, serta memantau topik terkait industri. Platform ini juga memiliki fitur analisis sentimen yang akurat, serta menampilkan data dalam bentuk visual yang mudah dipahami.
Contoh: Sebuah brand mode wanita ingin mengetahui bagaimana audiens merespons kampanye sosial media mereka. Mereka menggunakan Hootsuite Insights untuk memantau percakapan tentang brand mereka di media sosial. Dari data yang dikumpulkan, mereka menemukan bahwa audiens sangat menyukai kampanye mereka dan memposting foto mereka dengan produk brand. Dengan informasi ini, brand tersebut membuat konten yang lebih banyak menampilkan produk mereka dalam tindakan sehari-hari dengan harapan dapat meningkatkan keterlibatan audiens.
Beragam Tools untuk Social Media
Dengan menggunakan beragam tools, brand akan bisa mendapatkan banyak benefit seperti:
A. Mempercepat proses publishing:
Dengan tools social media untuk publishing, dapat membuat dan menjadwalkan postingan untuk dipublish secara otomatis tanpa perlu membuka platform sosial media satu per satu. Hal ini dapat menghemat waktu dan tenaga dalam manajemen konten.
Contoh tools: Hootsuite, Buffer, Sprout Social
B. Meningkatkan efektivitas strategi:
Tools social media untuk analytics dapat membantu dalam memahami performa konten dan strategi yang diterapkan. Melalui data yang terkumpul, dapat dianalisis performa konten yang sudah dipublish, dimana audience berada, serta informasi penting lainnya yang dapat membantu dalam mengoptimalkan strategi dan meningkatkan efektivitas kampanye.
Contoh tools: Google Analytics, Sprout Social, Hootsuite Insights
C. Memantau dan menjaga reputasi brand:
Tools social media untuk monitoring dapat membantu untuk memantau dan menganalisis setiap interaksi dengan audience, baik positif maupun negatif. Hal ini dapat membantu dalam menjaga reputasi brand, serta memberikan kesempatan untuk merespon secara cepat dan tepat ketika terjadi masalah atau keluhan.
Contoh tools: Brandwatch, Mention, Hootsuite Insights
Sebagai contoh, sebuah perusahaan memiliki akun Instagram dan Twitter. Untuk memudahkan dalam mempublish konten, perusahaan tersebut menggunakan tools seperti Hootsuite dan Buffer. Selain itu, perusahaan juga menggunakan tools seperti Google Analytics dan Sprout Social untuk memantau performa konten dan meningkatkan strategi yang sedang dijalankan. Sedangkan untuk monitoring interaksi dengan audience, perusahaan menggunakan tools seperti Brandwatch dan Mention.
Beragam tools social yang populer digunakan untuk mengoptimalkan penggunaan social media:
- Google Analytics: merupakan tools analitik website yang dapat digunakan untuk melacak lalu lintas website dari sosial media dan mengetahui kinerja konten di website. Google Analytics juga dapat membantu dalam memperoleh wawasan tentang pengguna, perilaku, dan preferensi mereka.
- Buffer: merupakan platform manajemen sosial media yang membantu dalam mengelola konten dan jadwal posting di berbagai platform sosial media, seperti Facebook, Instagram, Twitter, LinkedIn, dan Pinterest. Buffer memungkinkan pengguna untuk menentukan jadwal posting dan mengelola konten secara efisien melalui satu dashboard.
- Iconosquare: merupakan tools analitik Instagram yang membantu pengguna untuk melacak kinerja posting, pertumbuhan pengikut, dan interaksi dengan audiens. Iconosquare juga menyediakan fitur penjadwalan posting dan alat kolaborasi tim.
- Brand24: merupakan tools media monitoring yang membantu pengguna untuk melacak merek, produk, dan pesaing di seluruh platform sosial media dan web. Brand24 memungkinkan pengguna untuk mengawasi reputasi merek, mengetahui tren terkini, dan mengidentifikasi peluang untuk berinteraksi dengan audiens.
Manfaat dari memiliki tools social media untuk publishing, analytics, dan monitoring adalah:
- Membantu dalam mengelola konten dan jadwal posting secara efisien di berbagai platform sosial media.
- Memperoleh wawasan tentang pengguna, perilaku, dan preferensi mereka untuk dapat membuat konten yang relevan dan menarik bagi audiens.
- Melacak kinerja konten dan memperoleh analitik yang berguna untuk meningkatkan strategi pemasaran dan interaksi dengan audiens.
- Memungkinkan pengguna untuk mengawasi merek, produk, dan pesaing di seluruh platform sosial media dan web, sehingga dapat meningkatkan reputasi dan mengidentifikasi peluang baru.
Selasa, 20 Juni 2023
Konsep Digital Marketing

Mengapa harus digital marketing?
Data Survei Resmi
Selasa, 13 Desember 2022
Mengenal Influencer dan Key Opinion Leader (KOL) dalam Strategi Digital Marketing
Mengenal Influencer
1. Media yang Digunakan
3. Area Pengaruh dan Letak Geografi






