Sabtu, 24 Juni 2023

Sosial Media Tools

 


Mengenal Social Media Listening

Social media listening adalah proses memonitor aktivitas di media sosial untuk memahami pandangan, pendapat, dan sentimen audiens tentang sebuah brand, produk, atau topik tertentu. Hal ini dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisis data yang dihasilkan oleh pengguna di berbagai platform media sosial, termasuk Facebook, Twitter, Instagram, LinkedIn, dan lainnya.

Manfaat dari social media listening dapat dibagi menjadi tiga yaitu:

  1. Campaign analysis: Melalui social media listening, marketer dapat memantau kinerja kampanye sosial media mereka. Mereka dapat melihat berapa banyak engagement, jumlah mention, sentimen dan opini audiens terhadap kampanye mereka, sehingga mereka dapat mengukur keberhasilan kampanye mereka dan membuat perubahan jika perlu.
  2. Competitor analysis: Social media listening juga membantu marketer untuk memantau dan menganalisis aktivitas pesaing di media sosial. Mereka dapat mempelajari strategi pesaing dan mencari tahu apa yang mereka lakukan dengan baik dan tidak baik, sehingga mereka dapat mengambil keputusan yang tepat untuk merek mereka sendiri.
  3. Industry trends: Social media listening juga membantu marketer untuk memantau tren dan perkembangan di industri mereka. Mereka dapat memantau topik-topik terkait dan mengambil tindakan yang tepat untuk tetap relevan dan bersaing.

Strategi untuk Social Media Listening

Berikut adalah beberapa strategi efektif untuk melakukan social media listening beserta contohnya:

A. Tentukan Tujuan

Sebelum memulai social media listening, tentukan terlebih dahulu tujuan apa yang ingin dicapai. Apakah ingin mengetahui bagaimana audiens merespons brand atau ingin mengawasi kegiatan pesaing di media sosial. Setelah tujuan ditetapkan, fokus pada metrik yang sesuai dengan tujuan tersebut.

B. Gunakan Tools Listening

Ada banyak tools yang dapat digunakan untuk social media listening seperti Hootsuite Insights, Google Alerts, Brandwatch, dan lainnya. Gunakan tools tersebut untuk memantau setiap percakapan tentang brand atau pesaing di media sosial.

C. Pantau Hashtag

Hashtag adalah cara yang efektif untuk memantau apa yang dibicarakan tentang brand atau topik tertentu. Pantau hashtag yang terkait dengan brand atau topik yang ingin dipantau, dan pelajari apa yang diungkapkan audiens.

D. Analisis Sentimen

Analisis sentimen membantu menentukan apakah percakapan tentang brand atau topik tertentu positif, negatif, atau netral. Gunakan tools yang dapat menganalisis sentimen dan gunakan informasi tersebut untuk mengubah strategi atau taktik dalam kampanye sosial media.

Berikut adalah 5 tools untuk melakukan social media listening dan sentiment analysis:

  1. Hootsuite Insights: Hootsuite Insights adalah sebuah platform analisis media sosial yang memungkinkan pengguna untuk melacak dan memantau percakapan di media sosial untuk memahami sentimen audiens, memantau merek, serta menganalisis pesaing.
  2. Brandwatch: Brandwatch adalah platform social listening yang menyediakan fitur-fitur analisis sosial media, memantau media online, serta melakukan analisis sentimen untuk membantu pengguna memahami audiens, menganalisis pesaing, serta mengukur kinerja kampanye.
  3. Mention: Mention adalah sebuah platform monitoring media sosial yang memungkinkan pengguna untuk memantau brand mereka, pesaing, serta memantau tren dan topik terkait industri. Platform ini juga menyediakan fitur analisis sentimen, dan menampilkan data dalam bentuk grafik yang mudah dipahami.
  4. Sprout Social: Sprout Social adalah platform manajemen media sosial yang juga menyediakan fitur social listening dan analisis sentimen. Platform ini dapat membantu pengguna memantau merek mereka, memahami audiens, serta mengukur efektivitas kampanye mereka.
  5. Talkwalker: Talkwalker adalah platform social listening yang menyediakan fitur-fitur analisis media sosial, termasuk memantau merek, pesaing, serta memantau topik terkait industri. Platform ini juga memiliki fitur analisis sentimen yang akurat, serta menampilkan data dalam bentuk visual yang mudah dipahami.

Contoh: Sebuah brand mode wanita ingin mengetahui bagaimana audiens merespons kampanye sosial media mereka. Mereka menggunakan Hootsuite Insights untuk memantau percakapan tentang brand mereka di media sosial. Dari data yang dikumpulkan, mereka menemukan bahwa audiens sangat menyukai kampanye mereka dan memposting foto mereka dengan produk brand. Dengan informasi ini, brand tersebut membuat konten yang lebih banyak menampilkan produk mereka dalam tindakan sehari-hari dengan harapan dapat meningkatkan keterlibatan audiens.

Beragam Tools untuk Social Media

Dengan menggunakan beragam tools, brand akan bisa mendapatkan banyak benefit seperti:

A. Mempercepat proses publishing:

Dengan tools social media untuk publishing, dapat membuat dan menjadwalkan postingan untuk dipublish secara otomatis tanpa perlu membuka platform sosial media satu per satu. Hal ini dapat menghemat waktu dan tenaga dalam manajemen konten.

Contoh tools: Hootsuite, Buffer, Sprout Social

B. Meningkatkan efektivitas strategi:

Tools social media untuk analytics dapat membantu dalam memahami performa konten dan strategi yang diterapkan. Melalui data yang terkumpul, dapat dianalisis performa konten yang sudah dipublish, dimana audience berada, serta informasi penting lainnya yang dapat membantu dalam mengoptimalkan strategi dan meningkatkan efektivitas kampanye.

Contoh tools: Google Analytics, Sprout Social, Hootsuite Insights

C. Memantau dan menjaga reputasi brand:

Tools social media untuk monitoring dapat membantu untuk memantau dan menganalisis setiap interaksi dengan audience, baik positif maupun negatif. Hal ini dapat membantu dalam menjaga reputasi brand, serta memberikan kesempatan untuk merespon secara cepat dan tepat ketika terjadi masalah atau keluhan.

Contoh tools: Brandwatch, Mention, Hootsuite Insights

Sebagai contoh, sebuah perusahaan memiliki akun Instagram dan Twitter. Untuk memudahkan dalam mempublish konten, perusahaan tersebut menggunakan tools seperti Hootsuite dan Buffer. Selain itu, perusahaan juga menggunakan tools seperti Google Analytics dan Sprout Social untuk memantau performa konten dan meningkatkan strategi yang sedang dijalankan. Sedangkan untuk monitoring interaksi dengan audience, perusahaan menggunakan tools seperti Brandwatch dan Mention.

Beragam tools social yang populer digunakan untuk mengoptimalkan penggunaan social media:

  1. Google Analytics: merupakan tools analitik website yang dapat digunakan untuk melacak lalu lintas website dari sosial media dan mengetahui kinerja konten di website. Google Analytics juga dapat membantu dalam memperoleh wawasan tentang pengguna, perilaku, dan preferensi mereka.
  2. Buffer: merupakan platform manajemen sosial media yang membantu dalam mengelola konten dan jadwal posting di berbagai platform sosial media, seperti Facebook, Instagram, Twitter, LinkedIn, dan Pinterest. Buffer memungkinkan pengguna untuk menentukan jadwal posting dan mengelola konten secara efisien melalui satu dashboard.
  3. Iconosquare: merupakan tools analitik Instagram yang membantu pengguna untuk melacak kinerja posting, pertumbuhan pengikut, dan interaksi dengan audiens. Iconosquare juga menyediakan fitur penjadwalan posting dan alat kolaborasi tim.
  4. Brand24: merupakan tools media monitoring yang membantu pengguna untuk melacak merek, produk, dan pesaing di seluruh platform sosial media dan web. Brand24 memungkinkan pengguna untuk mengawasi reputasi merek, mengetahui tren terkini, dan mengidentifikasi peluang untuk berinteraksi dengan audiens.

Manfaat dari memiliki tools social media untuk publishing, analytics, dan monitoring adalah:

  1. Membantu dalam mengelola konten dan jadwal posting secara efisien di berbagai platform sosial media.
  2. Memperoleh wawasan tentang pengguna, perilaku, dan preferensi mereka untuk dapat membuat konten yang relevan dan menarik bagi audiens.
  3. Melacak kinerja konten dan memperoleh analitik yang berguna untuk meningkatkan strategi pemasaran dan interaksi dengan audiens.
  4. Memungkinkan pengguna untuk mengawasi merek, produk, dan pesaing di seluruh platform sosial media dan web, sehingga dapat meningkatkan reputasi dan mengidentifikasi peluang baru.

Selasa, 20 Juni 2023

Konsep Digital Marketing

Mengapa harus digital marketing?

Kenapa sih digital marketing begitu penting? maka jawaban yang mendasar adalah "karena pola daya beli konsumen sudah berubah". Betul, perilaku konsumen sudah berubah derastis sejak perkembangan jaman, dan salah satu faktornya adalah kemajuan teknologi. Kemunculan teknologi internet dan ditambah dengan kehadiran smartphone membuat segala aktifitas dapat dilakukan dengan mudahnya mendapatkan informasi yang kita butuhkan dalam waktu singkat. 

Hal inilah yang menjadikan prilaku para konsumen berubah seiring perkembangan jaman. Perkembangan teknologi internet tentu digunakan oleh pebisnis untuk ekspansi pasarnya jauh lebih luas, sehingga mampu dikenal dengan orang banyak. 

"Business without digital marketing is like car without pterol" yang artinya bisnis tanpa digital marketing akan susah dikenal banyak orang, akan jauh lebih effort untuk dikenal dan diterima oleh masyarakat. Orang-orang dimasa sekarang ini sangat mudah mendapatkan segala kebutuhannya, sebagai contoh bersosialisasi. 

Sekarng di internet terdapat bermacam macam platform untuk berkomunikasi diantaranya adalah Facebook, Instagram, Twitter, LinkedIn, dan sebagainya, bisasanya kita sebut sebagai sosial media. Melalui sosial media kita bisa berkomunikasi dengan cepat dan bahakan kita bisa menggunakannya setiap saat di kehidupan kita. Jadi perilaku masyarakat sat ini sangat berubah sangat drastis.

Nah, sekarang yang jadi pertanyaan adalah apakah ada para pebisnis di masa kini sudah beradaptasi dan menjadi relevan dengan adanya perubahan perilaku konsumen tersebut? Pada saat ini sudah banyak pebisnis yang merambah ke dunia digital, jangan sampai Anda sebagai pebisnis belum hadir di dunia digital. 

Kita akan falsback sejenak di tahun 2020 yang lalu, tanpa disangka-sangka muncul pandemi virus Corona. Di antara sekian banyak dampak yang ditimbulkan akibat wabah dari virus tersebut entah kalian sadari atau tidak, proses digitalisasi pada saat itu berkembang lebih cepat dan pesat dalam masyarakat dari yang seharusnya. Hal yang paling sederhana pada saat itu ketika masyarakat belum memahami bahakan tidak pernah menyelenggarakan kegiatan secara virtual dan hanya dilakukan menggunakan aplikasi berbasis digital.

Kegiatan seperti pertemuan, rapat, hingga kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan melalui platform digital yang sudah disediakan. Jadi kesimpulan dalam pernyataan ini adalah sebagai pebisnis diharapkan bisa beradaptasi dan menjadi relevan pada perubahn zaman yang semakin kompetitif serta memahami peubahan perilaku konsumen tersebut. 

Pendiri Microsoft dan salah satu pionir dalam industri IT (Information Technology) dunia, yaitu Bill Gates mengatakan "If Your Business Is Not On The Internet, Then Your Business Will Be Out of Business" (Sumber: www.azquotes.com). Apabila diterjemahkan memiliki arti berikut, "Jika Bisnis Anda Tidak Ada Di Internet, Maka Bisnis Anda Akan Gulung Tikar"

Jika di era digitalisasi seperti saat ini pernyataan tersebut memang sangat tepat. Kenapa? karena ketika memiliki sebuah bisnis tetapi tidak ada di internet sama halnya Anda melewatkan peluang yang besar untuk konsumen potensial dan bisa tertinggal jauh oleh kompetitor lainnya yang sudah terjun ke digitalisasi. 

Bahkan jika Anda sedang melihat sebuah acar berita di televisi, banyak perusahaan berlomba-lomba untuk tetap eksis di era digitalisasi untuk memperkenalkan produknya bahakan menjangkau konsumen yang lebih banyak dan potensial. Bahkan brand-brand besar juga bersaing dengan kompetitor lain untuk lebih dikenal oleh masyarakat banyak.

Apakah tidak cukup hanya dengan toko offline? Nah, seperti yang kita bahas diatas, kita harus bisa beradaptasi dan menjadi relevan, memahami pola daya beli konsumen sudah berubah, tidak masalah jika toko offline Anda banyak pengunjung, namun Anda akan melewatkan calon konsumen yang potensial, dan produk atau brand anda tidak bisa dikenal oleh masyarakat. Jadi toko offline dan online juga memiliki peran yang penting dalam berbisnis.

Data Survei Resmi


Berapa jumlah pengguna internet di Indonesia? Nah selanjutnya mari kita membuka data resmi terkait pengguna internet di Indonesia, kita ambil data survei dari laman resmi. Berdasarkan hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia mencapai 215,63 juta orang pada periode 2022-2023. 

Jumlah tersebut meningkat 2,67% dibandingkan pada periode sebelumnya yang sebanyak 210,03 juta pengguna. Jumlah pengguna internet tersebut setara dengan 78,19% dari total populasi Indonesia yang sebanyak 275,77 juta jiwa (sumber: apjii.or.id/gudang-data/standar). Dan pastinya jumlah tersebut akan terus bertambah seiiringnya perluasan jaringan internet di Indonesia.

Kini internet makin dipandang sebagai salah satu kebutuhan utama bagi masyarakat moderen. Jika kita tinjau kembali hasil survei diatas, hampir seluruh masyarakat Indonesia sudah terkoneksi jaringan internet dan bahkan sudah menggunakan internet sebagai kebutuhan. 

Hal ini menjadi taerget pasar yang sangat besar dan memiliki prospek bisnis yang sangat bagus untuk berkembangan bisnis di masa depan. Oleh karena itu, mulai dari sekarang kita harus memhami dan berkembang melalui teknologi internet dan memanfaatkan peluang bisnis didalam nya (dalam konteks ini dalah bidang pemasarannya). Dan kita bisa mempromosikan produk kita ke masyarakat agar lebih dikenal luas.

Pengertian Digital Marketing

Baik, setelah beberapa pengantar dan pembahasan di awal, kita mulai saja penulisan artikel ini. Materi yang akan kita bahas pada artikel ini adalah pembelajaran mengenai dunia Digital Marketing. Pertama-tama mari membahas mengenai pengertian Digital Marketing. 

Berbeda dengan pemasaran tradisional yang kegiatan promosinya menggunakan flyer, banner, katalog, baliho, hingga brosur, sebagai sarana pemasarannya. Digital Marketing merupakan segala bentuk aktivitas pemasaran produk atau jasa yang dilakukan secara virtual dengan menggunakan media digital/internet. 

Istilah lain yang berkaitan dengan Digital Marketing diantaranya adalah Internet Marketing, Online Marketing, atau E-Marketing, semua itu merupakan gabungan atau istilah dari Digital Marketing karena aktivitas kegiatan pemasarannya menggunakan media digtal dan internet.


Perlu diketahui bahwa Digital Marketing adalah dalam ranah pemasarannya yang bisa diterapkan untuk berbagai jenis bisnis, baik bisnis offline (toko fisik) ataupun bisnis online, baik itu berjualan produk maupun jasa. 

Ketika suatu bisnis membutuhkan promosi secara virtual, disitulah peran Digital Marketing. Para pakarnya pada bidang ini biasa disebut, Digital Marketer, Internet Marketer, Online Marketer, E-Marketer.


Tujuan Digital Marketing

Kemudian memunculkan sebuah pertanyaan, apa sebenarnya tujuan dari melakukan Digital Marketing? Tujuan dari melakukan Digtal Marketing adalah untuk mendatangkan Traffic yang tertarget dan Traffic yang berkualitas ke dalam sebush bisnis. Istilah gampangnya adalah mendatangkan pembeli potensial ke dalam bisnis kalian, melalui promosi-promsi  yang dijalankan melalui berbagai media digital. 

Traffic dalam dunia Digital Marketing bisa diartikan sebagai Lalu Lintas Kunjungan, atau bisa dikatakan juga sebagai pengunjung yang datang ke dalam bisnis kalian, bahkan mengunjungi penawaran yang telah kalian buat.

Jadi, segala upaya kegiatan promosi atau kampanye yang dibuat dan dijalankan, baik lewat website, sosial media, e-commerece, maupun melalui media digital lainnya, semata-mata untuk mendatangkan dan menaikkan sebanyak mungkin traffic pengunjng ke dalam bisnis kalian.

Tetapi perlu di ingat juga, bahwa bukan hanya traffic semata, melainkan traffic atau pengunjung yang berkualitas alias pengunjung yang tertarget (Targeted Traffic). Sebagai contoh anda menjual piano, tentunya target pasar kalian adalah orang yang menyukai piano, memiliki kebutuhan akan piano, menyukai musik, atau orang yang memang sedang belajar bermain piano. 

Dengan demikian, penting bagi para marketer untuk dapat menemukan traffic atau pengunjung yang tertarget agar penjualannya tepat sasaran dan produk laku ketika dijual.

Selasa, 13 Desember 2022

Mengenal Influencer dan Key Opinion Leader (KOL) dalam Strategi Digital Marketing

 


INFOPEDIA - Halo marketers, di artikel kali ini kami akan membahas tentang salah satu startegi pemasaran yaitu KOL, cukup menarik bukan? Perlu diketauhi KOL berbeda dengan KPI, bagi infopedians yang belum tahu tentang KPI silahkan baca di artikel sebelumnya disini.  Meski profesi ini sudah tidak asing lagi, namun tidak banyak orang yang mengetahui perbedaan antara KOL dan influencer. Padahal, kedua pekerjaan ini memiliki peran penting dalam dunia pemasaran digital.

Kehadirannya bahkan sudah menjadi kebutuhan wajib yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Nah, apakah masih bingung tentang perbedaan keduanya? Di bawah ini, kami akan mengulas secara lengkap apa perbedaan antara KOL dan influencer.

Mengenal Influencer



Kalau berbicara tentang influencer tentu tidak bisa dipisahkan dari content creator. Influencer adalah seseorang yang memiliki kekuatan untuk mempengaruhi orang lain untuk mencoba atau membeli suatu produk. Ikatan yang kuat antara seorang influencer dan pengikutnya bukanlah sekedar lelucon. Satu hal sederhana yang dilakukan seorang influencer yaitu bisa membuat heboh jagat media sosial.

Selain itu, para penggemar influencer juga dikenal cukup loyal dan memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap idolanya. Mereka bahkan rela mengeluarkan uang untuk membeli barang yang dipromosikan oleh influencer. Influencer juga bisa dikatakan sebagai seseorang yang memiliki pengetahuan, wawasan, atau pengaruh tersendiri terhadap suatu bidang atau industri tertentu. Mereka menjadi trend-setter dan memiliki "suara" yang powerfull untuk mempengaruhi audiens atau pengikut mereka. Biasanya seorang influencer memiliki banyak platform media sosial sebagai sarana eksistensi sekaligus menjalin hubungan dengan para pengikutnya seperti Facebook, Instagram, Twitter, TikTok, dan YouTube.

Dalam menghabiskan waktu setiap hari, seorang influencer biasanya cenderung memberikan 100% waktunya untuk aktivitas di digital marketing. Mereka terbiasa berusaha membuat banyak jenis konten agar pengikut mereka mengetahui semua aktivitas mereka, sehingga mereka bisa menjangkau pasar yang lebih luas dan membangun engagement yang bagus.


Mengenal KOL (Key Opinion Leader)



KOL atau Key Opinion Leader memiliki kekuatan audiens yang cukup besar. Sama seperti influencer, KOL juga dapat mempengaruhi keputusan pengikutnya untuk membeli produk atau menggunakan suatu layanan. Berbagai pendapat dan sudut pandang dari KOL sangat dipercaya oleh para pengikutnya, tentunya karena dianggap ahli dalam bidang tertentu. Jika seorang influencer sering berinteraksi dengan penggemar secara online melalui platform media sosial, KOL cenderung berbeda. KOL lebih banyak berinteraksi langsung dengan pengikut mereka. Meski pada akhirnya seorang KOL juga sudah banyak yang aktif di media sosialnya.

Adapun, cara membangun persona dan kredibilitas seorang KOL biasanya didapat dari pengalamannya di dunia nyata, atau di bidang industri yang mereka tekuni. Hal-hal yang mereka tekuni dalam kehidupan sehari-hari menghasilkan keahlian yang membantu karir mereka menjadi KOL. Meski kehadiran KOL biasanya lebih dipercaya, namun jangkauan dari KOL ini tidak begitu luas. Biasanya, mereka memiliki kekuatan audiens yang terbatas. Sedangkan untuk influencer, mereka memiliki cakupan yang lebih luas.

Jika diperhatikan, seorang KOL harus tetap memiliki pekerjaan profesional di dunia nyata. Mereka masih melewatkan waktu dengan melakukan pekerjaan penuh waktu yang telah mereka kuasai selama bertahun-tahun. Sebagai contoh, beberapa KOL masih memiliki profesi seperti dokter, guru, psikolog, pengacara, dan sebagainya. Maka dari itu, dikarenakan profesinya, pendapat dari seorang KOL seringkali dinilai sangat valid.

Sedangkan, menurut berbagai sumber artikel mengatakan, Key Opinion Leader adalah seseorang yang dapat menggiring opini seseorang untuk melakukan pembelian atau transaksi. Seorang KOL mempunyai keahlian spesifik yang membuat opini mereka valid. Sebab, opini yang dikeluarkan oleh seorang KOL didasari oleh fakta dan bukti yang kuat berdasarkan spesialisasi masing-masing.

Menurut hasil survei dari Nielsen, 92% masyarakat lebih memercayai rekomendasi yang diberikan dari keluarga atau kerabat dibandingkan dengan iklan. Hal ini pula yang memperkuat keberadaan KOL sebagai bagian dari social media marketing. 


Perbedaan Influencer dengan Key Opinion Leader (KOL)


Pada dasarnya, influencer maupun Key Opinion Leader (KOL) sama-sama individu yang pendapatnya memberi pengaruh besar atas suatu produk, jasa, layanan, maupun brand, dan rekomendasi mereka berdampak pada keinginan konsumen untuk memiliki produk yang sama. Hanya saja, tetap ada perbedaan signifikan antara keduanya, sehingga brand yang hendak mengajak mereka berkolaborasi harus memahami dengan baik perbedaan tersebut. 

Tujuannya, agar campaign digital marketing yang diselenggarakan bisa mencapai target. Memang, perbandingan di antara KOL dan influencer sangatlah tipis. Namun, pada dasarnya baik KOL dan influencer mempunyai pengertian yang berbeda. Apa saja perbedaanya?

1. Media yang Digunakan

Key Opinion Leader (KOL) adalah seseorang yang ahli terhadap industri atau bidang tertentu sehingga pendapatnya didengar. Di dunia nyata, mereka sosok yang dipercaya dan dihormati sehingga komunikasi yang terjadi lebih banyak secara langsung dengan para pengikutnya. Meskipun tak jarang, cukup banyak KOL yang juga menjalin hubungan yang baik melalui sosial media.

Sementara influencer menghabiskan lebih banyak waktunya di dunia online, terutama di berbagai sosial media. Mereka menggunakan platform sosial media tersebut untuk berkomunikasi dengan para pengikut bahkan mempengaruhi mereka dengan berbagai konten digital yang mereka ciptakan.

2. Kredibilitas

Karena keahlian, kemampuan, pengetahuan, dan profesinya, maka kredibilitas KOL berasal dari kehidupannya secara nyata di suatu bidang atau industri, kualifikasi profesionalnya, serta waktu yang mereka habiskan untuk terlibat di suatu bidang tersebut. Kredibilitas dan kepercayaan yang didapatkan influencer dari para pengikutnya berasal dari identifikasi personal yang ditampilkan oleh influencer itu sendiri di akun-akun sosial media yang mereka miliki serta dari preferensi pribadi.

3. Area Pengaruh dan Letak Geografi

Seorang KOL tidak selalu secara aktif berperan sebagai influencer di media sosial. Ketenaran dan kredibilitas profesionalisme mereka hanya dalam wilayah terbatas, misalnya hanya di suatu daerah, kota, atau negara. Tapi jika KOL yang awalnya hanya memiliki ketenaran di wilayah terbatas, kemudian mulai mendapatkan kesempatan untuk berkolaborasi dengan media televisi, media cetak, bahkan ikut aktif di sosial media, tak menutup kemungkinan KOL ini juga berprofesi sebagai influencer.

Sementara influencer yang sangat aktif mengelola konten-konten di sosial media mereka, memiliki kemungkinan untuk punya banyak penggemar dari berbagai wilayah, atau malah memiliki penggemar dari seluruh bagian dunia.

4. Perbedaan Cara Menghabiskan Waktu

Seorang KOL memiliki pekerjaan penuh waktu yang juga sebagai profesi mereka di dunia nyata. Artinya, bisa jadi mereka adalah seorang chef terkenal di sebuah hotel bintang 5, atau seorang dokter ahli bedah, psikolog, lawyer, dan sebagainya. Karena profesinya ini pula, maka sudah pasti pengetahuan dan pendapat mereka tak lagi diragukan oleh audiens yang mengenal mereka.

Sebaliknya, kebanyakan influencer menghabiskan waktu lebih banyak di dunia online. Aktivitas mereka lebih banyak terkait dengan digital marketing. Mereka membutuhkan upaya keras untuk, membuat konten di sosial media, blog, atau YouTube, demi meningkatkan jumlah pengikut mereka sehingga para pengikut bisa terus mengikuti apa yang mereka tampilkan. Bisa dikatakan, inilah profesi atau pekerjaan utama mereka sehingga memiliki spesialisasi dalam hal menyebarkan suatu pesan dengan topik yang mereka kuasai untuk menjangkau pasar yang lebih luas secara online.

5.  Keahlian Dalam Berkomunikasi

Influencer merupakan ahli komunikasi sejati. Ini memang spesialisasi mereka sesuai dengan pengetahuan dan wawasan mereka terhadap suatu topik. Mereka terampil mengkomunikasikan pesan-pesan khusus dengan cara yang sangat menarik sehingga bisa mempengaruhi pengikut mereka untuk melakukan apa yang mereka sarankan.

Sebenarnya, banyak juga Key Opinion Leader (KOL) yang juga memiliki keterampilan berkomunikasi di depan khalayak, khususnya bagi mereka yang sering tampil di televisi, radio, seminar-seminar, dan sebagainya. Masalahnya, untuk mengemas keterampilan komunikasi menjadi menarik seperti yang dilakukan oleh influencer, tidak semua KOL bisa melakukannya. Meski begitu, tak masalah KOL seorang komunikator atau bukan karena apa pun pendapat mereka asalkan sesuatu dengan bidang dan profesi, maka akan banyak audiens yang mempercayainya.


Nah, itulah perbedaan KOL dan influencer. Setelah membaca artikel diatas, Apakah kamu sudah paham perbedaan keduanya?

Sebagai tambahan, jika Influencer lebih tepat untuk meningkatkan sales, maka KOL lebih efektif untuk meningkatkan brand value ataupun brand awareness. Karena, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa KOL yang merupakan seorang expert, akan dipercaya oleh target market sebagai sebuah pernyataan yang valid.

Jadi, jika kamu ingin melakukan promosi menggunakan orang-orang yang memiliki pengaruh tersebut, maka lebih baik tentukan terlebih dahulu tujuan utamanya, apakah untuk meningkatkan penjualan, ataukah untuk menguatkan value dan awareness.

Minggu, 27 November 2022

Contoh Laporan Digital Marketing yang Wajib Kamu Tahu

 



INFOPEDIA - Digital marketing saat ini menjadi profesi yang sedang naik. Hal ini dikarenakan semakin berkembangnya jaman, profesi marketing atau pemasaran terus mengalamai perubahan bahkan berevolusi. Dunia kerja saat ini membutuhkan peranan digital marketing tidak hanya untuk menambah omezet penjualan, bahkan digital marketing juga berperan dalam mengkampanyekan brand atau produk di berbagai media salah satunya media sosial. 

Jika sudah terjun di dunia pemasaran digital, alangkah baiknya juga wajib tahu bentuk laporan digital marketing, laporan digital marketing perlu dibuat guna mengevaluasi kinerja pemasaran digital dan kita juga tahu seberapa efektif bahkan efisien strategi pemasaran digital sejauh ini. 

Di artikel ini kita akan membahas contoh laporan digital marketing yang wajib kamu ketahui, yuk langsung saja simak terus artikel ini.

Perkenalan


Laporan harus sangat akurat dan tepat, laporan akan menjadi parameter untuk mengukur kinerja selama ini. Pada dasarnya kegiatan digital marketing berlangsung dalam periode waktu tertentu sesuai yang disepakati (harian, mingguan, bulanan, bahkan tahunan). Selain menjadi parameter untuk mengukur kinerja digtal marketing, laporan secara rutin juga membantu untuk menentukan tujuan akhir dari digital marketing yang sedang dikerjakan (kampanye brand, meningkatkan traffic penjualan, memperluas engagement, dll).

Apakah kamu tahu, data - driven? ketika perusahaan menggunakan sebuah pendekatan "data - driven", yang berarti semua strategi harus berdasarkan dari hasil analisa dan hasil intepretasi data. Dalam hal ini laporan digital marketing harus memiliki keunggulan yaitu kemudahan dalam tracking kampanye dan mendapatkan data secara real-time, maka pendekatan data-driven sangat bisa diterapkan.

Namun, bagaimana cara perusahaan untuk mengambil keputusan yang data-driven dengan mudah? Yaitu dengan memiliki laporan digital marketing yang update serta akurat.


Ketika pada saat menyusun sebuah laporan digital marketing, haruslah memahami dahulu tujuan dari laporan tersebut. Pada dasarnya, tujuan laporan digital marketing mencangkup, diantaranya:
  • Memonitor data jika ada sesuatu yang janggal atau menemukan sebuah tren
  • Mengukur performa untuk mengevaluasi strategi yang gagal dan berhasil
  • Melakukan optimasi agar semakin mendekati “goal” yang ditentukan dengan efektif
  • Mengambil keputusan dan mengatur strategi berdasarkan data
Berdasarkan dengan tujuan, sebuah laporan digital marketing dapat dibuat pada skala bulanan, mingguan, bahkan harian. Sebagai contoh; memonitor data kampanye setidaknya setiap hari untuk mengantisipasi jika ada iklan yang bocor, atau dapat melakukan optimasi berdasarkan data setiap satu atau dua minggu sesuai dengan learning phase setiap platform. 

Cara Penyusunan Laporan Digital Marketing



Nah, kali ini kita akan mencoba praktik dalam menyusun sebuah laporan digital marketing. Contoh ini akan menggunakan laporan untuk pain channel,  akan tetapi bisa diterapkan juga di channel lainnya.

Langkah Pertama - Seleksi Data 

Langkah pertama adalah mengidentifikasi metriks yang diperlukan sesuai dengan KPI (Key Performance Indicator) yang ditentukan. Pada saat membuka dashboard Google Analytics, Facebook Ads Manager, Google Ads, dan lainnya, maka akan terlihat banyak sekali data dan metriks. Namun, klien maupun perusahaan biasanya hanya tertarik dengan beberapa metriks saja dan melaporkan semuanya justru dapat membuat mereka kewalahan.

Contoh Dashboard Facebook Ads Manager. Pilih metriks yang dibutuhkan (kotak hitam) pada custom column (kotak merah) lalu unduh melalui report export table data (kotak hijau)

Dalam e-commerce, metriks yang wajib untuk dilampirkan adalah:
  • Conversion
  • Cost [$]
  • Revenue [$]
Selain itu, ada metriks turunan yang bisa ditambahkan yaitu:
  • Cost per Result [$]
  • ROAS/Return on Ad Spend
  • Average Order Value [$]

Perusahaan pada dasarnya akan memperhatikan “Return on Investment (ROI)”- berapa biaya yang dikeluarkan untuk kampanye marketing, dan berapa hasil revenue maupun jumlah penjualan yang didapatkan dari biaya tersebut. Maka, metriks yang berhubungan dengan informasi tersebut wajib ada ketika membuat laporan untuk perusahaan.

Contoh Dashboard Google Ads. Pilih metriks yang dibutuhkan (kotak hitam) pada custom column (kotak merah) lalu unduh melalui download (kotak hijau)

Selain itu, ada beberapa, sebagai digital marketer ada metriks lain yang perlu kamu perhatikan:
  • Click
  • Impression
  • CPC/Cost per Click [$]
  • CTR/Click-through-Rate [%]
  • Bounce Rate [%]
  • Frequency
  • Quality Score
  • Conversion Rate [%]
Metriks ini biasanya tidak menjadi prioritas utama klien, maka laporkan jika ada penemuan menarik saja. Di lain sisi, data ini sangat penting untuk internal tim marketing agar memonitor serta mengevaluasi targeting maupun iklan yang dijalankan.

Catatan: Pada saat memilih tambahan metriks lain, bisa memulai dengan argumen yang ingin disampaikan dan mencari data/metriks yang bisa mendukung hipotesa tersebut.


Langkah Kedua - Mengolah dan Visualisasi Data

Data yang sudah dipilih kemudian dapat diunduh dan dapat diproses melalui berbagai tools. Yang paling sering digunakan adalah Google Sheets atau Microsoft Excel. Agar raw data juga dapat diakses oleh para pimpinan perusahaan dengan mudah, maka disarankan untuk menggunakan Google Sheet yang online. Ada beberapa rumus yang wajib kamu kuasai jika menggunakan tools ini: pivot table, vlookup/hlookup, filter, sum/count/average. Agar mudah dimengerti, data kuantitatif yang sudah diolah di tabel kemudian perlu divisualisasikan dengan menggunakan chart/grafik. Ada 2 jenis dasar yang perlu dikuasai yaitu Bar Chart dan Line Chart, beserta beberapa turunannya seperti gambar berikut:


Selain itu, sekarang sudah ada pilihan lain yang lebih memudahkan digital marketer untuk melakukan otomatisasi laporan yaitu Google Data Studio. Ini adalah tools yang disediakan oleh Google untuk memudahkan visualisasi data yang tersambung langsung ke platform seperti Google Ads, Youtube Analytics, Google Analytics, dan platform google lainnya. Di awal, perlu memberikan upaya ekstra untuk membentuk dashboard yang informatif namun juga atraktif secara visual. Namun jika sudah terbentuk, hanya perlu mengganti Date Range di setiap minggunya dan data otomatis akan berganti di dashboard tersebut. Pilihan chart yang tersedia kurang lebih serupa dengan Google Sheet, ada Bar Chart, Line Chart, Pie Chart dan tambahan menarik lain seperti Scorecard dan Geo chart.


Contoh Template dari Google Data Studio. Ada source data (kiri atas), date range (kanan atas), score card, line chart dan geo chart.

Catatan: Ingat untuk memastikan bahwa periode waktu tepat dan konsisten. Misalkan, hitungan periode mingguan (7 hari) adalah dari hari Sabtu sampai Jumat minggu depannya. Tidak ada ketentuan yang baku untuk ini, namun pastikan untuk selalu konsisten supaya tidak ada data yang overlapping.

Presentasi Laporan Digital Marketing

Ada kalanya membaca laporan melalui Google Data Studio maupun Google Sheet dinilai cukup. Namun ketika berhadapan dengan klien atau stakeholder lain, kita perlu membuat presentasi agar informasi dapat mudah ditangkap oleh pembaca. Dalam sebuah presentasi Laporan Digital Marketing, secara ringkas hal yang disertakan adalah:
  • Summary
  • Hasil kampanye
  • Hasil targeting
  • Hasil kreatif
  • Insight dan actionable plan
  • Lain-lain (kebutuhan dari departemen lain, budgeting, dsb)

Summary menampilkan ringkasan data performa seluruh channel digital marketing (blended): total biaya yang dikeluarkan, conversion maupun revenue yang didapatkan, dan channel yang menghasilkannya. Dengan ini pembaca dapat mengevaluasi channel marketing mana yang berkontribusi dan sesuai dengan bisnisnya.

Pada hasil kampanye dan targeting, pembaca dapat membandingkan performa antar kampanye maupun targeting agar pada akhirnya dapat mengambil keputusan pada budgeting dan bidding, keyword, audiens, lokasi, goal, penempatan dan lainnya untuk menambah, mengurangi atau bahkan memberhentikannya.

Untuk hasil kreatif, data dapat digunakan juga untuk membandingkan hasil A/B testing kreatif iklannya untuk mengetahui varian yang sesuai bagi audiens yang ditentukan. Ketika ingin melakukan A/B testing, pastikan hanya satu elemen saja yang berbeda antara varian A dan B agar kesimpulan yang ditarik dapat lebih akurat. Dalam kreatif ads, frekuensi juga perlu diperhitungkan agar audiens tidak mengalami ad fatigue.

Langkah terakhir adalah untuk menutup dengan kesimpulan yang didapatkan dari data pada periode laporan ini: apa yang berhasil dan apa yang tidak berhasil. Kemudian, kamu perlu menyampaikan optimasi apa yang akan kamu lakukan untuk kedepannya didasari dengan reasoning yang kuat dan jika ada kebutuhan yang berhubungan dengan departemen lain juga dapat disampaikan saat laporan ini. Jika mendapat persetujuan, tugasmu berikutnya adalah menjalankan rencana tersebut dan melaporkan hasilnya kembali di presentasi berikutnya.

Penutup

Dalam digital marketing, ini adalah siklus workflow yang dilakukan terus menerus-- melakukan A/B Test , mengevaluasi performa, menyusun strategi berdasarkan data, dan kembali ke A/B Test lagi --dengan harapan budget yang dikeluarkan dapat dimanfaatkan dengan optimal untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Memiliki laporan Digital Marketing adalah cara untuk mempermudah mengambil keputusan yang tepat.

Sabtu, 19 November 2022

KPI untuk Evaluasi Kinerja Kampanye Digital Marketing

INFOPEDIA - Halo, rekan Infopedia, dikesempatan kali ini akan membahas tentang KPI (Key Performance Index) yaitu salah satu bentuk untuk mengevaluasi kinerja dalam memasarkan dan mengkampanyekan brand atau produk yang sudah kamu lakukan. Hal ini dimaksudkan agar strategi pemasaran online lebih terukur dan akurat. Strategi digital marketing yang baik adalah strategi digital marketing yang terukur. KPI digital marketing merupakan salah satu metode yang bisa diterapkan untuk mengukur efektivitas strategi digital marketing.



Dari berbagai sumber artikel menyebutkan Key Performance Indicator (KPI) atau indikator performa adalah alat untuk mengukur seberapa berhasilnya suatu strategi yang dijalankan, dan pastinya KPI tidak bisa ditentukan dengan asal-asalan. KPI dalam lingkup digital marketing adalah alat ukur yang dipakai untuk mengukur keberhasilan strategi marketing baik saat dijalankannya kampanye ataupun nanti di saat pengambilan keputusan untuk strategi marketing berikutnya.

Apa itu digital marketing? Digital marketing adalah tindakan menarik perhatian publik ke suatu penawaran melalui saluran berbayar online dan digital oleh sponsor yang teridentifikasi. Dalam dunia pemasaran online, hampir semua strategi yang hendak dijalankan tidak boleh lepas dari yang namanya KPI. Sebab, KPI memegang peranan yang sangat penting guna sebagai evaluasi keberhsailan untuk mencapai keberhasilan dalam menjalankan kampanye yang efektif. 

Dalam artikel ini kita akan mencoba memahami dan belajar tentang contoh Key Performance Index untuk Strategi Digital Marketing.

1. Traffic




Jika Anda ingin lebih banyak orang tahu tentang merek dan produk Anda, penting untuk menghasilkan lebih banyak lalu lintas situs web. Semakin banyak orang mengunjungi situs web Anda, semakin mereka tahu tentang merek Anda.Semakin banyak mereka tahu tentang merek Anda, semakin besar peluang Anda untuk meyakinkan mereka untuk membeli produk Anda. Ini semua tentang membangun kesadaran merek. 

Apakah Anda pernah membeli produk dari merek yang belum pernah Anda dengar? Tidak benar, Itu sebabnya lalu lintas situs web penting.

Menganalisis lokasi dan sumber lalu lintas dengan cermat dan mengidentifikasi sumber mana yang memberikan kontribusi terbesar bagi lalu lintas situs web Anda. Spesialis optimisasi mesin pencari dan pemasar masuk akan menginginkan sebagian besar lalu lintas situs web Anda berasal dari mesin pencari.Sekalipun sebagian besar lalu lintas Anda tidak berasal dari mesin pencari, penting untuk mengetahui dari mana asalnya sehingga Anda dapat menargetkan prospek dengan cara yang lebih baik.

2. Traffic to Lead Ratio




Jika situs web Anda menarik ratusan dan ribuan pengunjung per bulan tetapi tidak ada yang menunjukkan minat untuk membeli produk Anda, maka itu akan membuat lalu lintas situs web Anda tidak berharga.

Sebagai bisnis, Anda ingin mengubah pengunjung situs web tersebut menjadi arahan. Di situlah KPI pemasaran ini berperan. Ini memberi tahu Anda berapa banyak orang yang menunjukkan minat pada penawaran Anda dengan menggambar perbandingan antara lalu lintas situs web Anda dan prospek yang dihasilkan. Semakin tinggi rasio lalu lintas Anda untuk memimpin, semakin baik.

3. Engagement (Keterikatan)


Memiliki banyak followers tentu merupakan hal yang baik karena itu berarti cakupan audience dari akun Anda semakin besar. Namun banyaknya followers tersebut hanya akan berarti bagi bisnis jika mereka aktif berinteraksi dengan akun Anda.

Apakah mereka meluangkan waktu untuk mengunjungi social media page atau website Anda? Apakah mereka meninggalkan comment atau membagikan postingan Anda? Atau apakah mereka rela membuat postingan tentang brand atau produk Anda?

Semua metric digital marketing tersebut dapat Anda jadikan ukuran dari seberapa banyak engagement yang Anda terima dari followers Anda.

4. Cost per Lead



Berapa banyak uang yang Anda habiskan untuk menghasilkan satu lead? Berapa banyak uang yang Anda keluarkan untuk mendapatkan pelanggan baru? Ini adalah dua pertanyaan paling penting bagi bisnis dan dapat dengan mudah dijawab oleh dua KPI penting untuk pemasaran.
  • Cost Per Lead (CPL)
  • Biaya Akuisisi Pelanggan (CAC)
Untuk mengukur biaya per lead, Anda harus mengumpulkan data dari berbagai sistem seperti sistem CRM dan ERP di organisasi Anda. Untuk menghitung biaya per lead, Anda harus mempertimbangkan biaya berikut:
  • Sumber daya manusia
  • Sumber daya teknologi
  • Iklan
  • Distribusi pemasaran

5. Tingkat Konversi



Sejauh ini indikator kinerja utama yang paling penting, tingkat konversi memberitahu Anda persentase pengunjung situs web yang mengambil tindakan yang Anda inginkan. Tindakannya dapat sesederhana berlangganan newsletter hingga serumit membeli produk.

Semakin tinggi tingkat konversi semakin baik untuk bisnis Anda. Pemasar digital membuat halaman arahan dan menautkan halaman arahan tersebut dengan penawaran yang relevan untuk menangkap arahan.

6. Keterlibatan Jangkauan Media Sosial




Media sosial adalah bagian integral dari strategi pemasaran digital Anda. Hanya berbagi konten di media sosial tanpa melacak kinerjanya dalam hal jangkauan dan keterlibatan akan membunuh tujuannya. Ukur dampak pos sosial Anda dengan melihat jumlah saham yang didapatnya.

Metrik sosial penting lainnya yang harus Anda perhatikan adalah keterlibatan. Berapa banyak orang yang mengomentari pos sosial Anda? Berapa banyak suka yang didapat dari pos media sosial Anda? Jangkauan dan keterlibatan media sosial KPI menjawab semua pertanyaan ini.

Lacak juga pengguna yang mengunjungi situs web Anda melalui media sosial untuk memberi Anda gagasan yang lebih baik tentang efektivitas upaya pemasaran media sosial.

7. Pendapatan Penjualan


Pendapatan penjualan saat melacak KPI pemasaran ini, pastikan Anda mengidentifikasi berapa banyak penjualan yang dihasilkan melalui upaya pemasaran digital dan berapa banyak penjualan Anda berasal dari saluran lain. Setelah Anda jelas tentang penjualan yang dihasilkan dari upaya pemasaran digital, Anda dapat menghitung pendapatan penjualan pemasaran digital Anda.

Menurut statistik, memperoleh pelanggan baru biayanya bisnis lima kali lebih banyak daripada mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Meskipun demikian, sebagian kecil bisnis fokus pada retensi pelanggan sementara sebagian besar selalu mencari untuk mendapatkan pelanggan baru.

Senin, 14 November 2022

Pengertian, Manfaat dan Kelebihan Search Engine Marketing (SEM)

Pengertian SEM (Search Engine Marketing) – Di era digital ini persaingan bisnis mulai ketat, setiap perusahaan harus mempersiapkan strategi pemasarannya dengan baik dan tepat. Salah satu strategi pemasaran yang saat ini efektif adalah pemasaran digital.

Banyak sekali kategori pemasaran digital itu sendiri, namun kali ini kita akan membahas pemasaran digital yang melibatkan search engine. Teknik pemasaran yang melibatkan search engine salah satunya ialah SEM (Search Engine Marketing) berikut penjelasan dan manfaat mengenai SEM.



Pengertian Search Enngine Marketing (SEM)

Pengertian Search Engine Marketing atau biasa disingkat SEM menurut wikipedia adalah adalah bentuk pemasaran Internet yang melibatkan promosi situs web dengan meningkatkan visibilitasnya di halaman hasil mesin pencari (SERP) terutama melalui iklan berbayar. SEM dapat memasukkan optimasi mesin pencari (SEO), yang menyesuaikan atau menulis ulang konten situs web dan arsitektur situs untuk mencapai peringkat yang lebih tinggi di halaman hasil mesin pencari untuk meningkatkan daftar bayar per klik (PPC)

Cara kerja SEM adalah Anda memasang iklan untuk kata kunci tertentu sesuai dengan kebutuhan, kemudian apabila ada seseorang mencari kata kunci tersebut, mesin pencari akan menampilkan website Anda di urutan paling atas pada SERP (Search Engine Result Page).

Cara Kerja Search Engine Marketing (SEM)

Layanan berbayar ini, Anda bisa lakukan melalui Search Engine seperti Google Ads dan Bing Ads. Berikut cara kerja SEM.

Pertama, Anda sebagai pengguna harus melakukan register pada layanan google ads atau bing ads. Selanjutnya Anda juga harus menentukan detail kampanye digital yang diinginkan misalnya jumlah anggaran yang disediakan, kata kunci yang menjadi sasaran, lokasi yang diinginkan dan sebagainya.

Kedua, pada tahap kedua ini mesin pencari akan melakukan pelelangan diantara para mengiklan yang menyasar keyword yang sama.

Ketiga, mesin pencari akan melakukan pemenang lelang pada halaman hasil pencarian. Perlu diketahui bahwa semakin besar anggaran yang Anda keluarkan maka akan mendapat banyak kesempatan promosi Anda ditampilkan paling atas mesin pencarian.

Keempat, kemudian setalah iklan berjalan Anda akan mendapat laporan kinerja iklan anda. Selanjutnya Anda harus membayar sesuai jumlah klik yang Anda dapatkan.

Manfaat Search Engine Marketing (SEM)

Sebagai metode pemasaran yang umumnya mengandalkan iklan berbayar, SEM memiliki banyak manfaat dan efektivitas lebih tinggi daripada metode pemasaran lain yang tidak berbayar. Apa saja manfaatnya? berikut manfaat yang Anda peroleh dari SEM.

1. Meningkatkan Konversi

Pada umumnya, SEM cenderung dimanfaatkan untuk menghasilkan konversi yang lebih tinggi. Hal ini dikarenakan, SEM biasanya menargetkan kata kunci yang mengandung niatan untuk melakukan pembelian, sehingga trafik yang dihasilkan adalah para pengunjung website yang memang memiliki keinginan untuk membeli. Hal inilah yang akhirnya akan meningkatkan konversi Anda.

2. Meningkatkan Brand Awareness

Bukan hanya meningkatkan conversion saja, penggunaan SEM juga bagus untuk meningkatkan brand awareness yang Anda miliki, Berdasarkan riset yang dilakukan oleh pihak Google, SEM bisa meningkatkan brand awareness lebih tinggi, yakni sampai 80% dibanding penggunaan SEO atau produk lainnya. Walaupun tidak diklik tetapi iklan Anda akan tetap tampil dihalaman mesin pencari.

3. Biaya Yang Dapat Disesuaikan

Anda dapat menentukan biaya sesuai dengan kemampuan Anda, tapi perlu diingat semakin banyak anggaran yang dikeluarkan maka semakin besar kesempatan Anda mengalahkan kompetitor.

4. Efektif Untuk Menjangkau Pelanggan Lokal

Salah satu keunggulan SEM ialah dapat menjangkau audiens yang berdekatan dengan lokasi bisnis yang Anda miliki. Selain dengan SEM, toko fisik umumnya memanfaatkan Google My Business agar toko tersebut tampil di Google Maps, sehingga lebih mudah ditemukan oleh penduduk lokal yang ingin berkunjung.

Kombinasikan keduanya (My Business dan SEM) dan bisnis Anda akan mendapatkan konversi dan brand awareness yang lebih tinggi daripada sebelumnya.

5. Bayar Hanya Jika Mendapat Klik

Salah satu mekanisme pembayaran SEM yang paling populer adalah menggunakan skema Cost per Click (CPC) atau biaya per klik. Bisa dikatakan Anda akan membayar jika iklan Anda diklik, tetapi kalau iklan Anda tidak diklik Anda tidak Perlu membayarnya.

Kelebihan dan kekurangan Search Engine Marketing (SEM)

SEM memang sangat efektif untuk melakukan promosi digital, namun disamping itu SEM juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut kelebihan dan kekurangan SEM.

Kelebihan Menggunakan SEM

1. Menjangkau Banyak Orang

Dengan memanfaatkan Search Engine sebagai tempat pemasaran Anda akan lebih banyak menjangkau banyak Audiens, bagaiamana tidak?. Saat ini hampir seluruh orang didunia menggunakan Search Engine untuk mencari informasi.

2. Bisa MenentukanTargetKeyword Yang Diinginkan

Keunggulan SEM lainnya yaitu dapat menentukan target keyword sesuai target audiens Anda.

3. Meningkatkan Lalu Lintas Kunjungan Website

Tujuan akhir dari SEM adalah membuat website Anda berada diperingkat terbaik mesin pencari. Karena itu SEM dapat meningkatkan kunjungan website Anda.

4. Dapat Mengontrol Budget

SEM menerapkan sistem pay per click (PPC) dimana Anda hanya perlu membayar konten yang mendapat klik dari audiens. Dengan sistem inilah Anda bisa menggunakan biaya pemasaran dengan lebih bijak dan tentunya lebih efisien. Sistem ini juga membuat SEM lebih murah diabndingkan pemasaran digital lainnya.

5. Efektifitas Diukur dengan Jelas dan Mudah

Salah satu kelebihan pemasaran dengan teknologi ialah Anda akan mendapat laporan dari iklan yang sudah berjalan. Begitu juga dengan SEM Anda akan mendapat laporan kinerja dari promosi yang sudah berjalan dengan begitu Anda juga bisa mengevaluasinya kembali.

Kekurangan Menggunakan SEM

1. Kompetitif

Mesin pencari memiliki milyaran informasi begitu juga informasi sama yang Anda ingin berikan. Maka dari itu bersiaplah bersaing dengan kompetitor lainnya, semakin besar anggaran maka semakin besar kesempatan Anda mengalahkan kompetitor.

2. Membutuhkan Waktu Lebih

Membutuhkan banyak waktu untuk menentukan kata kunci yang ampuh sesuai dengan target yang Anda inginkan. Selain itu perangkat dan aplikasi juga sangat berpengaruh kepada kualitas promosi Anda.

3. Minim Konten Visual

Salah satu kekurangan pemasaran menggunakn SEM ialah minim konten visual. SEM hanya menampilkan sebuah judul website pada halaman mesin pencari.

Demikian pengertian mengenai Search Engine Marketing (SEM). Selain menggunakan Search Engine Marketing teknik pemasaran yang melibatkan mesin pencarian yang lain adalah SEO. Lalu apa perbedaan antara Search Engine Marketing (SEM) dan Search Engine Optimization (SEO), berikut akan dijelaskan secara singkat.

Prebedaan Antara SEM dan SEO

SEM dan SEO memiliki hasil akhir yang sama yaitu membuat website berada dihalaman pertama mesin pencarian. Namun ada beberapa perbedaan antara keduanya.

1. Biaya

Pada SEO tujuan akhir itu berusaha dicapai dengan metode tanpa membayar langsung kepada mesin pencarian seperti Google alias gratis. Walaupun pada prosesnya memerlukan biaya.

Berbeda dengan SEO, Search Engine Marketing justru langsung menggunakan iklan berbayar, dimana penggunanya melakukan pembayaran kepada Search Engine untuk mencapai tujuan akhir yaitu berada diperingkat terbaik mesin pencari. Jadi Anda tidak bisa menggunakan SEM tanpa modal.

2. Waktu

Karena SEM langsung melakukan pembayaran kepada pihak mesin pencari, maka hasilnya bisa diaktan instan atau langsung pada saat itu juga. Tapi hal ini juga tergantung pada kompetitor yang memasang iklan dengan keyword yang sama dengan Anda.

SEO sendiri memerlukan waktu yang lumayan lama untuk mendapatkan hasil. Biasanya hasilnya baru muncul setelah beberapa bulan.

3. Efek

Walaupun menggunakan teknik SEO prosesnya lama hasilnyapun akan bertahan lama. Sedangkan menggunakan teknik SEM, seperti prosesnya yang instan efeknya juga akan bertahan jika anggaran yang Anda sediakan belum habis atau hasil akan ditampilkan selama anggaran masih ada.

Demikian perbedaaan Antara SEO dan SEM, kedua teknik pemasaran tersebut sangatlah efektif tergantung bagaimana kebutuhan Anda, semoga artikel ini bisa membantu kalian dalam membantu karir Anda sebagai Digital Marketing yang bertalenta. Sampai jumpa